PENANGANAN AWAL TERHADAP
LUKA BAKAR
Sejak dulu manusia sangat
membutuhkan api baik untuk memasak, menghangatkan diri atau untuk kegiatan yang
lainnya. Tapi api dapat menyebabkan kecelakaan yang berupa luka bakar setiap
saat. Untuk itu, kali ini saya akan membahas bagaimana sih penanganan untuk
luka bakar itu.
Luka bakar terjadi karena
karena adanya pemindahan panas ke dalam jaringan sebagai hasil kontak langsung
atau tidak langsung dengan suatu sumber panas. Luas dan dalamnya jaringan tubuh
yang terbakar itu menentukan pengelolaan dan perjalanan penyakitnya.
Salah satu penanganan sederhana
terhadapap luka bakar adalah dengan mengompresnya. Pengompresan ini dilakukan
untuk menghingkan rasa sakit, mengurangi pembentukan edema (pembengkakan) dan mencegah kerusakan lebih dalam.
Pengompresan luka dilakukan pada menit-menit pertama terjadinya luka bakar atau
dapat dilakukan terus-menerus selama 20-40 menit. Tetapi bila luka bakar lebih
dari 20% tubuh, maka pemakaian kompres harus hati-hati karena penurunan suhu
badan yang besar dapat menyebabkan gangguan pada jantung. Hindari pemakaian
kompres menggunakan air es dan jangan mengguyur luka bakar dengan aliran air
yang keras dari kran.
Luka bakar memerlukan
penanganan yang cepat dan tepat karena hal itu sangat mempengaruhi perjalanan
penyakit korban. Penanganan yang harus segera dilakukan oleh penolong adalah
sebagai berikut:
- Usahakan korban tidak berlari-lari agar kobaran api tidak semakin besar dan usahakan korban tidak berdiri untuk mencegah asap panas tidak terisap paru-paru. Sarankan agar korban berguling-guling.
- Padamkan api segera dan hindari penyemprotan air ke arah muka.
- Segera buka pakaian korban.
- Segera kompres dengan air dingin secara berulang-ulang dan bila perlu rendam bagian tubuh yang terbakar.
- Usahakan menutupi luka bakar tersebut dengan verban yang steril.
- Hindarkan membubuhkan sesuatu ke luka bakar.
- Bila luka bakar terlalu luas, segera bawa korban ke rumah sakit.
Sumber : Sitorus, Ronald. Gejala Penyakit dan Pencegahannya. Bandung : Yrama Widya







0 komentar:
Posting Komentar